LITERASI DIGITAL
Pengertian
Istilah
literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005 Literasi digital bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan
informasi hipertekstual dalam arti bacaan takberurut berbantuan
komputer. Istilah
literasi digital pernah digunakan tahun 1980 an, secara umum bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi
hipertekstual dalam arti membaca non-sekuensial atau nonurutan
berbantuan komputer. Literasi
digital adalah himpunan sikap, pemahaman, dan ketramnpilan menangani
dan mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan secara efektif dalam
berbagai media dan format.
Definisi Literasi Digital
Penelitian khusus yang membahas tentang definisi literasi digital dapat
kita temukan pada thesis dari Douglas Alan Jonathan Belshaw berjudul What is digital literacy? A Pragmatic Investigation.
Dalam thesis doktoralnya mengulas secara lengkap tentang konsep
pengertian literasi digital. Walaupun di setiap negara memiliki definisi
literasi digital yang berbeda-beda karena menyangkut sistem kebijakan
dan kemajuan teknologinya, akan tetapi pada dasarnya memiliki konsep
dasar yang sama yaitu kemampun dalam menggunakan dan memahami
pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi misalnya dalam mendukung
dunia pendidikan dan ekonomi.
Bisa dikatakan definisi tentang literasi digital masih dianggap belum
final. Dalam artian masih terus akan ada pengembangan-pengembangan
kedepannya. Definisi literasi digital itu bermacam-macam. Dalam hal ini
dari definisi, istilah sering saling dipertukarkan; misalnya, 'melek',
'kelancaran' dan 'kompetensi' semua dapat digunakan untuk menggambarkan
kemampuan untuk mengarahkan jalan melalui lingkungan digital dan
informasi untuk menemukan, mengevaluasi, dan menerima atau menolak
informasi (Fieldhouse & Nicholas, 2008 dalam Douglas Alan Jonathan
Belshaw, 2011).
Menurut Paul Gilster (2007) dikutip Seung-Hyun Lee (2014) literasi
digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam
banyak format dari berbagai sumber ketika itu disajikan melalui
komputer. Sedangkan menurut Deakin University’s Graduate Learning
Outcome 3 (DU GLO3), literasi digital adalah pemanfaatan teknologi untuk
menemukan, menggunakan dan menyebarluaskan informasi dalam dunia
digital. Literasi digital juga di definisikan sebagai kemampuan untuk
memahami, menganalisis, menilai, mengatur dan mengevaluasi informasi
dengan menggunakan teknologi digital. Literasi digital
memberdayakan individu untuk berkomunikasi dengan orang lain, bekerja
lebih efektif, dan peningkatan produktivitas seseorang, terutama dengan
orang-orang yang memiliki keterampilan dan tingkat kemampuan yang sama.
Commmon Sense Media (2009) menyinggung bahwa literasi digital itu
mencakup tiga kemampuan yaitu kompetensi pemanfaatan teknologi, memaknai
dan memahami konten digital serta menilai kredibilitasnya juga
bagaimana membuat, meneliti dan mengkomunikasikan dengan alat yang
tepat.
Manfaat Literasi Digital
Literasi digital memiliki manfaat yang penting bagi setiap individu
bahkan dalam beberapa kasus literasi digital dapat mempengaruhi kinerja
organisasi. Survey yang pernah dilakukan BCS, The Chartered Institute
for IT menunjukan 90% pemilik perusahaan itu menganggap bahwa literasi
digital bagi karyawan itu sangat bermanfaat bagi organisasi atau
perusahaan karena saat ini hampir semua pekerjaan bergantung beberapa
aspek teknologi.
1.Menghemat waktu
Seorang pelajar atau mahasiswa yang mendapatkan tugas dari guru atau
dosennya, maka ia akan mengetahui sumber-sumber informasi terpercaya
yang dapat dijadikan referensi untuk keperluan tugasnya. Waktu akan
lebih berharga karena dalam usaha pencarian dan menemukan informasi itu
menjadi lebih mudah.
2.Belajar lebih cepat
Pada kasus ini misalnya seorang pelajar yang harus mencari definisi atau
istilah kata-kata penting misalnya di glosarium. Dibandingkan dengan
mencari referensi yang berbentuk cetak, maka akan lebih cepat dengan
memanfaatkan sebuah aplikasi khusus glosarium yang berisi
istilah-istilah penting.
3.Menghemat uang
Saat ini banyak aplikasi khusus yang berisi tentang perbandingan diskon
sebuah produk. Bagi seseorang yang bisa memanfaatkan aplikasi tersebut,
maka ini bisa menghemat pengeluaran ketika akan melakukan pembelian
online di internet.
4.Membuat lebih aman
Sumber informasi yang tersedia dan bernilai di internet jumlahnya sangat
banyak. Ini bisa menjadi referensi ketika mengetahui dengan tepat
sesuai kebutuhannya.
5.Selalu memperoleh informasi terkini
Kehadiran apps terpercaya akan membuat seseorang akan selalu memperoleh informasi baru.
6.Selalu terhubung
Mampu menggunakan beberapa aplikasi yang dikhususkan untuk proses
komunikasi, maka akan membuat orang akan selalu terhubung. Dalam hal-hal
yang bersifat penting dan mendesak, maka ini akan memberikan manfaat
tersendiri.
7.Membuat keputusan yang lebih baik
Literasi digital membuat indvidu dapat membuat keputusan yang lebih baik
karena ia memungkinkan mampu untuk mencari informasi, mempelajari,
menganalisis dan membandingkannya kapan saja. Jika Individu mampu
membuat keputusan hingga bertindak, maka sebenarnya ia telah memperoleh
informasi yang bernilai.
8.Dapat membuat anda bekerja
Kebanyakan pekerjaan saat ini membutuhkan beberapa bentuk keterampilan
komputer. Dengan literasi digital, maka ini dapat membantu pekerjaan
sehari-hari terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer misalnya
penggunaan Microsoft Word, Power Point atau bahkan aplikasi manajemen
dokumen ilmiah seperti Mendelay dan Zetero.
9.Membuat lebih bahagia
Dalam pandangan Brian Wright, di internet banyak sekali berisi
konten-konten seperti gambar atau video yang bersifat menghibur. Oleh
karenanya, dengan mengaksesnya bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan
seseorang.
10.Mempengaruhi dunia
Di internet tersedia tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi pemikiran
para pembacanya. Dengan penyebaran tulisan melalui media yang tepat akan
memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan perubahan dinamika
kehidupan sosial. Dalam lingkup yang lebih makro, sumbangsih pemikiran
seseorang yang tersebar melalui internet itu merupakan bentuk
manifestasi yang dapat mempengaruhi kehidupan dunia yang lebih baik pada
masa yang akan datang.
Elemen Penting Literasi Digital
Elemen penting literasi digital adalah menyangkut kemampuan apa saja
yang harus dikuasai dalam pemanfaatan tekonologi informasi dan
komunikasi. Ada sembilan elemen penting dalam dunia litersi digital seperti social
networking, transliteracy, maintaining privacy, managing identity,
creating content, organising and sharing content, reusing/repurposing
content, filtering and selecting content, serta self broadcasting.
1.Social Networking
Kehadiran situs jejaring sosial adalah salah satu contoh yang ada dalam social networking atau kehidupan sosial online. Seseorang yang memiliki smartphone dapat dipastikan memiliki banyak akun
jejaring sosial misalnya Facebook, Twitter, Linkedin, Path, Instagram,
Pinterest, ataupun Google+. Memanfaatkan layanan situs jejaring sosial perlu selektif dan
kehati-hatian. Pengetahuan pemetaan penggunaan situs jejaring sosial
berdasarkan fungsinya tentu akan lebih baik. Contoh mereka yang bergelut dalam dunia akademik bisa memanfaatkan
Linkedln yang bisa mendukung hubungan antar peneliti di dunia.
2.Transliteracy
Transliteracy diartikan sebagai kemampuan memanfaatkan segala platform
yang berbeda khususnya untuk membuat konten, mengumpulkan, membagikan
hingga mengkomunikasikan melalui berbagai media sosial, grup diskusi,
smartphone dan berbagai layanan online yang tersedia.
3.Maintaining Privacy
Hal penting dalam literasi digital adalah tentang maintaining privacy
atau menjaga privasi dalam dunia online. Memahami dari segala jenis
cybercrime seperti pencurian online lewat kartu kredit (carding),
mengenal ciri-ciri situs palsu (phishing), penipuan via email dan lain
sebagainya.
4.Managing Digital Identity
Managing digital identity berkaitan dengan bagaimana cara menggunakan
identitas yang tepat diberbagai jaringan sosial dan platform lainya.
5.Creating Content
Creating content atau berkaitan dengan suatu ketrampilan tentang
bagaimana caranya membuat konten di berbagai aplikasi online dan
platform misalnya di PowToon, Prezi, blog, forum, dan wikis.
6.Organising and Sharing Content
Organising and sharing content adalah mengatur dan berbagi konten
informasi agar lebih mudah tersebarkan. Misalnya pada pemanfaatan situs
social bookmarking memudahkan penyebaran informasi yang bisa diakses
oleh banyak pengguna di internet.
7.Reusing/repurposing Content
Mampu bagaimana membuat konten dari berbagai jenis informasi yang
tersedia hingga menghasilkan konten baru dan dapat dipergunakan kembali
untuk berbagai kebutuhan. Misalnya seorang guru yang membuat konten
tentang mata pelajaran tertentu dengan lisensi creative common.
8.Filtering and Selecting Content
Kemampuan mencari, menyaring dan memilih informasi dengan tepat sesuai
dengan kebutuhan yang diinginkan misalnya lewat berbagai mesin pencari
di internet.
9.Self Broadcasting
Self broadcasting bertujuan untuk membagikan ide-ide menarik atau
gagasan pribadi dan konten multimedia misalnya melalui blog, forum atau
wikis. Hal tersebut adalah bentuk partisipasi dalam masyarakat sosial
online.
Literasi digital adalah
ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan
teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun
pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat
berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Literasi digital adalah
ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan
teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun
pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat
berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Literasi digital adalah
ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan
teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun
pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat
berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Literasi digital adalah
ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan
teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun
pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat
berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Literasi digital adalah
ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan
teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun
pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat
berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iinhermiyanto/literasi-digital_55280e9df17e61ba098b45bc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar